Viewers

Senin, 25 Juni 2018

MUDIK DAY #2


Assalamu’alaikum! Kembali lagi bersama saya! //uyeee//
Aku tahu lebaran sudah berakhir tetapi kisah mudikku belum selesai jadi, ayo kita lanjutkan!
Setelah aku makan kastengel, tak lama kemudian pun kami berangkat menuju tempat shalat eid. Kami berangkat menggunakan mobil dan kami parkir di dekat tempat sholat. Katanya kalau lagi lebaran, biasanya tempat perumahannya (perumahan rumah sewa) susah untuk dilewati mobil maupun motor. Jadi, kami parkir saja di dekat tempat shalat eid.
Setelah shalat eid, kami pun pulang kembali ke rumah jalan kaki. Setibanya di rumah, aku pun langsung makan karena aku sudah lapar hehe. Setelah makan, kami pun istirahat. Yaa... semacam free time begitu deh... kalau aku sih melakukan sebuah “kegiatan” yang luar biasa! Tapi rahasia. //plak//
Setelah istirahat cukup lama, kami pun menuju rumah Umi dan Abi yang berada di Bima. Umi dan Abi adalah kakak mama. Sebenarnya, yang kakak mama itu adalah Abi. Sedangkan Umi adalah kakak ipar mama. Jadi mereka adalah uwa aku. Uwa itu seperti tante tapi kakaknya ibu atau ayah kita. Kalau tante atau paman itu adalah adiknya ibu atau ayah kita. Aku menyebutnya Umi dan Abi karena hampir semua keluarga aku memanggilnya dengan sebutan itu.
Di rumah Umi dan Abi sungguh ramai. Biasalah, namanya juga lagi lebaran, jadinya ramai. Soalnya, rumah Umi dan Abi dijadikan tempat untuk kumpul keluarga kalau lagi lebaran. Oleh karena itu ramai deh!
Selama di rumah Umi dan Abi, aku bertemu banyak saudaraku! Kami bersenang-senang dengan riang. Kami juga sempat naik delman lho! Pokoknya seru deh!
Setelah dari rumah Umi dan Abi, kami pun pergi ke Pandu untuk menemui Uwa Edi. Uwa Edi adalah kakak iparnya mamaku. Istrinya adalah kakak pertama mamaku. Memang di Bandung adalah kota tempat keluarga mama dibesarkan.
Disana, kami bertemu dengan Uwa Edi. Ya... sekedar kumpul-kumpul biasa sih... tapi aku senang dapat bertemu Uwa Edi.
Akhirnya, setelah kumpul riang, kami pun kembali ke Rumah Bagus bersama keluarga adik mama. Ada Bi Ete (tante aku), Fasya (sepupu aku), Aa Fachmy (sepupu aku), dan Om Dudi (om aku). Setelah lama di Rumah Bagus, mereka pun pulang kembali ke rumahnya. Meskipun sedih karena mereka pulang, tapi aku cukup senang karena sudah dapat berkumpul dan bermain bersama mereka.
Setelah mereka pulang, aku pun melakukan sebuah hal-hal dan akhirnya aku pun tidur bersama Kakak Aliyya. Zzz...
Esoknya, pada tanggal 16 Juni 2018, aku dibangunkan oleh kakak. Setelah itu, aku pun shalat subuh. Setelah sholat, aku pun minum susu dan free time. Ya... gak jelas sih free time nya aku ngapain hehe...
Setelah itu, aku pun mandi dan mulai packing karena waktu untuk menginap di Rumah Bagus telah selesai. Sebagai gantinya, kami menginap di rumah Umi dan Abi. Kebetulan, Umi dan Abi serta keluarganya akan pergi keluar jadi tidak di rumah. Makanya kami pun akan menginap di rumah Umi dan Abi.
Setelah packing, kami pun berangkat menuju rumah Umi dan Abi. Setibanya disana, aku langsung disuruh jemurin handuk sama mama di atas (lebih tepatnya balkon). Aku langsung ke balkon dan jemur handuk.
Setelah jemurin handuk, aku pun istirahat. Eh, tak lama kemudian papa mengajak kami untuk ziarah ke makam orang tua mama. Sayangnya, Kakak Aliyya, Teteh Hani, bahkan mama sedang tidak ingin karena cuaca yang panas. Karena kasihan dengan papa yang tidak ada yang mau menemani, akhirnya aku pun ikut ziarah bersama papa.
Tiba di pemakaman, kami pun menuju makam orang tua mama. Padahal, tidak terlalu panas lho! Jadi sebenarnya mama, Kakak, dan Teteh bisa saja ikut. Bukan karena cuaca yang tidak panas lho... itu karena makam almarhum bapak mama terlindung oleh sebuah genteng (??) (bukan genteng juga sih... bingung bilangnya bagaimana :p) dan makam almarhumah ibu mama terlindung oleh sebuah pohon. Ya, makam mereka berjauhan jadi kami agak susah untuk ziarahinya.
Setelah berziarah, aku pun makan siang. Setelah makan siang, kami pun ke rumah Professor Kahdar. Beliau adalah guru papa.
Mau tahu kelanjutannya? Ditunggu saja ya, mau bersambung lagi hehe...
Bersambung...
//kok kzl ya//
// huee//
//bubay//


Senin, 18 Juni 2018

MUDIK DAY #1


Assalamu’alaikum! Kembali lagi bersama saya! Huweee.... pada kangen aku enggak niih?? //plak//
Jadi, hari ini aku mau berbagi pengalaman aku kepada kalian selama aku mudik ke Bandung! Untuk cerita fiksinya, ditunggu yaa...
Jadi, aku langsung mulai saja ya! Selamat membaca!
Jadi, aku berangkat ke Bandung pada hari Kamis, tanggal 14 Juni 2018. Aku berangkat bersama mama, papa, Teteh Hani (kakak kedua aku), dan Kakak Aliyya (kakak ketiga aku). Kami berangkat setelah sholat Dzuhur (enggak habis Dzuhur banget sih... pokoknya siang deh!). Kami sengaja berangkat sebelum lebaran karena, kami sudah tahu bahwa berangkat pada saat lebaran pasti MACET! Huufh...
Setelah semua barang sudah kami masukkan ke dalam mobil, kami langsung berangkat menuju Bandung! Yaay! Alhamdulillah banget, perjalanannya lancar. Tidak ada macet! Jadi, waktu perjalanan kami hanya 2 jam lho! Padahal biasanya, kalau aku kami ke Bandung, waktu perjalanannya sekitar 3-4 jam! LUAR BIASA!!
Setibanya di Bandung, kami menuju rumah yang akan kita tempati selama di Bandung. Rumah itu dinamakan “RUMAH BAGUS”. Eits, jangan salah, rumahnya benar-benar BAGUS lho! Rapi banget! Pokoknya suka banget deh! Rumah tersebut milik teman papa yang memang untuk disewa.
Setelah menaruh barang-barang di dalam rumah, kami menuju tempat rumah kami yang ada di Bandung dan KATANYA mau dibangun. Eh, begitu tiba di tempatnya KOSONG MELOMPONG! Enggak ada bangunan sama sekali lho! Hadeuh... bagaimana sih? Tapi, enggak apa-apa, wong katanya MAU DIBANGUN bukan LAGI DIBANGUN. //nyehehe//
Setelah itu, kami pun mencari tempat makan untuk berbuka puasa. Akhirnya, diputuskanlah kami akan makan di Mak Uneh. Mak Uneh adalah tempat makan sunda. Wiii kayaknya enak tuh!
Sebelum waktu berbuka, kami (kecuali papa) pergi ke luar untuk membeli tahu yang ujung-ujungnya juga JAJAN! Alhasil, uang yang harus dikeluarkan pun menjadi lebih banyak. Hehe... (terima kasih banyak mama sudah mau bayarin. Hihi..)
Tibalah waktu berbuka. Aku memesan ayam goreng dan udang apa gituu... aku lupa! Pokoknya agak pedas udangnya. But I like it! Kau tahu, aku tidak suka pedas lho! Jadi beri tepuk tangan! //autogakkenal//
Setelah berbuka puasa, kami pun menuju rumah mertua Mba Tia (kakak pertama aku yang sudah MENIKAH). Disana, aku bertemu Mbak Tia, Kak Rama (suami Mba Tia), Abang Arfa (anak Mba Tia), ayah dan ibunya Kak Rama, juga adiknya Kak Rama. Selama disana, kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama abang. Soalnya dia lucu banget sih! //yaiyalah masih kecil juga//
Setelah bermain puas di rumah mertua Mba Tia, kami pun kembali ke rumah. Setibanya di rumah, aku melakukan beberapa kegiatan dan aku pun tidur kembali. Zzz...
Esoknya, pada hari Jumat tanggal 15 Juni 2018, adalah momen yang disambut suka cita oleh seluruh umat muslim di Indonesia maupun di negara lain. Yaitu IDUL FITRI! Jadi, aku mengucapkan: “Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya! Aku minta maaf banget lhoooo!
Paginya, aku dibangunkan oleh Kakak Aliyya dan papa. Awalnya aku agak bete karena dibangunkannya tidak sesuai ekspektasiku tapi, yaudahlah ya... aku langsung sholat Shubuh deh!
Setelah itu, aku pun mandi. BYUR! BYUR! Begitulah bunyinya...  setelah mandi aku pun sara.... eh? Aku lupa! Jadi ceritanya, aku ini malas-malasan jadi, sebelum mandi aku lupa sarapan. Alhasil, aku pun tidak sempat untuk sarapan karena waktu sudah mepet untuk sholat eid. Jadi, aku makan kastangel saja deh! Yang penting makan, kan KALAU TIDAK SALAH makan sebelum sholat eid itu sunnah deh. Kata mama untuk menekankan bahwa kita sedang tidak berpuasa. Kan hukumnya HARAM BERPUASA DI HARI RAYA IDUL FITRI.
Bersambung saja ya... tunggu part 2 nya ya.

//kok berhentinya di saat begini siiiih arghh!!//
//biar bikin yang bacanya greget aja gitu nyehehehe//
//ge-er banget sih del//