Viewers

Minggu, 16 Juli 2017

KAMPUNG RAMADHAN


            “Ma! Ayo cepetan! Nanti terlambat!” seruku yang sudah tidak sabar. “Sebentar sayang, mama kan lagi repot. Bawa koper, bawa barang-barang kamu, sama bawa adikmu, Lina!” kata mama. “Baiklah, tapi nanti ke mobil ya,” kataku. “Iya sayang, kamu duluan aja,” kata mama. Aku pun langsung naik ke mobil.
            Kalian pasti bingung, kenapa aku sangat terburu-buru? Sebelumnya perkenalkan, nama lengkapku Sofya Aliva Azzahra. Kalian dapat memanggilku Liva. Hari ini, aku akan pergi ke kampung nenekku yaitu kampung Maya Sari. Letaknya di Jawa Timur, dekat Surabaya. Oh ya, kalian tahu tidak??  Hari ini lagi bulan Ramadhan lho teman-teman!  
            Lama perjalanan dari rumahku ke kampung nenekku adalah 13 jam 46 menit kalau naik kereta! Lama sekali kan? Itu sudah termasuk waktu ke kampung nenekku lho! Tapi, kalau macet, sekitar 3-5 jam lagi aku baru sampai ke kampung nenekku! Ah, aku mah udah biasa kalau perjalanan lama. Karena itu aku sangat terburu-buru! Takut kena macet!
            Teman-teman tahu tidak? Aku  menyebut kampung Maya Sari dengan nama “kampung Ramadhan”. Kenapa? Karena, warga di kampung ini lebih aktif kalau di bulan Ramadhan! Bahkan, untuk membangunkan orang sahur saja ada yang keliling kampung sambil berteriak “SAHUUUUUUUR!!!!! SAHUUUUUUUR!!!”. Suara teriakannya lebih kencang daripada suara alarm hp aku lho! Itu menurutku ya.....
            Aku kalau lagi bulan Ramadhan, pasti nggak betah kalau di rumah. Kalau mau betah, aku harus pulang kampung dulu ke kampung nenekku. Baru aku betah! Kenapa? Karena, disana banyaaaak sekali kegiatan kalau lagi bulan Ramadhan!
            Mama pun akhirnya naik ke mobil. Disusul oleh Kak Nila dan adikku Lina. Papa pun juga ikutan naik. Kami pun baca doa sebelum berangkat. Setelah itu, kami pun menuju stasiun kereta karena kami akan naik kereta. Mobil ini nanti akan dibawa pulang oleh Om Hinata, adiknya papaku yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumahku.
            Sampai disana, kami langsung menunggu panggilan kereta ke kampung Maya Sari. Kami dapat jadwal pukul 08.00 WIB. Dan sekarang masih pukul 07.55 WIB. Masih 5 menit lagi....
            Beberapa menit kemudian...
            Akhirnya, sudah pukul 08.00 WIB juga. Kami pun langsung ke tempat penyerahan tiket lalu ke tempat kereta berhenti. Kami pun segera naik.
            Aku duduk disebelah Kak Nila. Keretanya bukan kaya MRT gitu ya! Jadi nggak ada ceritanya ada penumpang yang berdiri. Hehehe....
            Kami baru akan sampai pada pukul 21.46 WIB. Itu waktu sampai ke rumah nenek. Kalau ke stasiun tempat pemberhentian sekitar pukul 21.00 WIB. Jadi, kami akan buka puasa di kereta karena kami berangkat ketika bulan Ramadhan. Jadi nggak sepenuhnya bulan Ramadhan kami di kampung Ramadhan.
            Pukul 18.00 WIB........
            Akhirnya waktu berbuka pun tiba! Aku langsung baca doa lalu meminum air putih. Gluk... gluk.... ahhh! Segaaar! Setelah minum air putih, mama menyodorkan pisang meler. Hmm..... sedaaaaap!
            Setelah berbuka, aku pun tayamum lalu sholat Maghrib. Setelah sholat Maghrib, aku pun main hp. Habisnya bosan siiiih!
            Beberapa jam kemudian.....
            Akhirnya, kami sampai di stasiun pemberhentian. Kami pun menunggu Om Filo karena katanya yang akan mengantar kami ke rumah nenek itu Om Filo.
            Sudah 10 menit kami menunggu Om Filo. Tapi tidak ada tanda-tanda Om Filo! Tiba-tiba....
            “Kak Hiwara!” panggil seseorang. Ternyata....
            “Filo!!! Kok kamu lama sih?” panggil papa. Om Filo pun menghampiri kami.
“Om! Kok lama sih? Dan mana Mila? Katanya dia ikut kumpul di rumah nenek kan?” tanyaku kepada Om Filo. “Maaf ya Liva, tadi kena macet. Mila ikut kok! Cuma dia nggak mau ikut jemput kamu. Oh ya, keluarga Om Reka dan keluarga Tante Zamy juga datang kok. Jadi, kamu banyak teman deh!” kata Om Filo. Asyiiiiik!!! Banyak teman! Batinku.
“Yes! Bisa main bareng Mila dan Fira!”. Mila adalah anaknya Om Filo sedangkan Fira anaknya Tante Zamy.
            Kami pun langsung naik ke mobilnya Om Filo. Mobilnya Om Filo itu mewaaaah banget! Besar! Cukup untuk 10 orang! Enaknya....
            Beberapa menit kemudian....
            Akhirnya! Kami sampai juga di depan rumah nenek. Aku langsung turun dan langsung mengetuk pintu rumah nenek. Eh, jangan salah ya.... rumah nenek aku ini besar lho! 3 tingkat! Kamarnya pun ada sekitar 10 kamar! Jadi bisa kumpul bareng keluarga tercinta deh!
            Nenek pun membukakan pintunya. Kreeeek...
            “Neneeeeeek!!!” panggilku sambil memeluk nenek. “Livaa! Eh Liva sudah besar ya!! Ayo masuk! Ada Mila, Fira, Rafi, Rika,Via, dan ada Fifi juga! Tadi dijalan macet nggak??” tanya nenek. “Enggak kok nek! Lancar kok!”. Aku pun langsung masuk.
            Didalam....
            Aku langsung merebahkan diri di kursi ruang tamu nenek yang empuk sekali. Tiba-tiba...
            “Liva!!!!” panggil seseorang. Ternyata, dia adalah Mila dan Fira! “Mila! Fira!!!” aku pun langsung menghampiri mereka. Lalu, kami pun berpelukan.
            “Aku kangeeeen banget sama kamu Va!” kata Mila. “Aku juga!” kata Fira . “Apalagi aku ke kalian! Kita hanya bisa ketemu setahun sekali ya!” kataku. Mereka mengangguk.
            “Liva, kamu udah sholat Isya sama Teraweh belum? Aku sih udah tadi,” kata Fira. “Belum,” jawabku. “Yaudah, sana sholat dulu!” perintah Mila. Tanpa menjawab pertanyaan Mila, aku langsung mengambil wudhu dan segera melaksanakan ibadah sholat Isya dan Teraweh.
            Setelah itu, kami pun makan malam. Nenek, mama, dan Tante Zamy telah memasak Sup Salmon dan nasi goreng tuna! Waaaah.... pasti enak! Aku pun segera mengambil supnya dan nasi goreng nya kemudian, aku pun ke ruang TV.  Aku  kalau lagi bareng sepupu terus di lagi dirumah nenek, kalau makan pasti di ruang TV. Enak aja gituu....
            Setelah makan, kami pun sikat gigi lalu tidur. Aku tidurnya bareng Mila, Fira, dan Kak Nila.
            Esok Hari....
            “SAHUUUUUUUR!!!!! SAHUUUUUUUUR!!!!........ SAHUUUUUUUUUR!!!!! SAHUUUUUUUR!!!!” teriakan yang begitu kencang di telinga. Aku langsung terbangun! Aku melihat jam. Masih jam 03.00 WIB. Aku pun melihat sekitar.
            Masih pada tidur.... batinku. Hmm.... AHA!! Aku punya ide untuk membangunkan mereka!
            DUG! DUG! DUG!
            “SAHUUUUR!!! BANGUUUUN!!! AYO SAHUUUR!!!” teriakku. Jadi, inilah ideku! Bangunin mereka sambil bawa galon kosong terus aku pukul-pukul lalu teriak “SAHUUUUR!!!”. Baguskan ideku? Hehehe...
            Kemudian, Fira bangun. Bukannya diam dulu, ngumpulin nyawa, malah langsung hampirin aku dan....
            “AWWWW!!! SAKIT TAHU!”. Fira jewer aku!!!
“Salah sendiri berisik banget! Huh! Ganggu orang lagi mimpi indah aja,” kata Fira. “Soriii.... kalau kamu nggak bangun nanti nggak sahur lagi,” belaku. “Ok... ok! Sekarang, kita gimana nih? Kak Nila sama Mila belum bangun,” kata Fira.
Eh, secara ajaib, tiba-tiba Kak Nila dan Mila bangun! Akhirnyaaa! Setelah itu, kami pun kebawah untuk sahur.
Setelah sahur, kami pun main. Sambil nunggu Shubuh gitu.... jadi, kami main QUIZ! QUIZ  tentang hewan!  Jadi, aku yang ngasih quiznya, Kak Nila, Mila, dan Fira yang jawab QUIZ nya! Dan yang menang adalah FIRA!!!! Hore!
Sebelum adzan, kami harus sikat gigi dulu. Jadi, kami langsung pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi. Setelah sikat gigi, kami minum lagi supaya tidak haus. Baru 1 menit setelah kami minum, adzan Shubuh sudah berkumandang. Jadi, kami langsung sholat Shubuh. Setelah sholat, kami keluar. Mencari udara yang segar. Di samping pintu keluar ada kursi. Jadi, kami duduk di kursi tersebut dan kami mengobrol-ngobrol.
“Eh, kamu tahu nggak? Katanya ayahku, besok ada buka bersama lho!” kata Mila. “Oh ya? Yuk kita ikutan!” kataku bersemangat. “Daaaan.... kata ayahku, lusa ada lomba-lomba lho! Yang mengadakannya Organisasi Ramadhan!” kata Mila. “Organisasi Ramadhan? Apaan itu?” tanyaku.
“Organisasi Ramadhan itu organisasi yang mengadakan acara-acara dibulan Ramadhan. Seperti membangunkan orang untuk sahur sambil keliling kampung, buka bersama, lomba-lomba dibulan Ramadhan, dan lain-lain. Anggotanya pun masih pada muda-muda! Dari umu 8 tahun sampai 23 tahun!” jawab Mila. “Waaah! Keren! Aku bisa ikutan nggak?” tanyaku. “Sepertinya kamu nggak boleh deh. Soalnya, kamu kan bukan warga kampung Maya Sari!” jawab Mila. “Oh, baiklah kalau begitu,” kataku pasrah.
Esok hari...
“Aduuuh.... kapan bukanya sih? Masih lama ya??” tanyaku. Saat ini, kami sedang berada di masjid karena kami sedang mengikuti acara buka bersama untuk 10 hari pertama. Nanti 10 hari kedua dan 10 hari terakhir juga ada kok! Jadi 3 kali buka bersamanya dalam 1 bulan.
Allahu Akbar! Allahu Akbar!
“Akhirnyaaa...” aku pun langsung meneguk air putih yang telah disediakan. Ah... segar! Setelah itu, dilanjut dengan  memakan makanan yang telah disediakan. Hmm... yummy!
Hari buka bersama telah berlalu. Hari ini adalah hari perlombaan bulan Ramadhan! Aku sangat menantikan hari ini. Rencananya, aku akan ikut lomba Menulis Cerpen dengan Tema: Indahnya Malam Lailatun Qadar. Sedangkan Mila mengikuti lomba ceramah. Kalau Fira lomba Baca Al-Quran Juz 27.
Aku sudah menyiapkan ceritaku. Tinggal aku berikan kepada panitia acara. Pengumuman lomba diadakan setelah sholat Teraweh berakhir. Jadi tidak sabar deh....
Sholat Teraweh telah berakhir. Sekarang, waktunya pengumuman lomba!
“Untuk lomba menulis cerpen dengan tema: indahnya malam lailatul qadar, juara 3 diarih oleh..... Sofya Aliva Azzahra! Juara 2 diraih oleh.... Malika Maharani! Dan juara 1 diraih oleh... Putri Fiza! Selamat!” kata panitia lomba. Alhamdulillah!!! Aku juara 3! Terima kasih ya Allah...
Hadiahnya ternyata dapat ATK plus tas! Asyiiik! Oh ya, Mila dapat juara 2 sedangkan Fira dapat juara 1!!!
Beberapa hari kemudian.......
Aku bingung deh! Harusnya kan hari ini buka bersama 10 hari terakhir, tapi kok nggak dapat undangan buka bersama sih?? Aneh deh...  batinku. Biasanya, kalau ada acara-acara, pasti dikasih undangan acaranya. Tapi, dari kemarin, nenek belum menerima undangan buka bersama! Aneh....
Aha! Bagaimana kalau aku ke rumah Kak Wilda saja? Dia kan anggota Organisasi Ramadhan! Pasti Kak Wilda tahu apa yang sedang terjadi! Pikirku. Tanpa memberi tahu Mila dan Fira, aku pun pergi ke rumah Kak Wilda.
Sesampai di rumah Kak Wilda...
“Apa?! Kak Firda sakit? Terus bagaimana dong?” tanyaku. Kak Firda adalah ketua dari Organisasi Ramadhan. “Iya, kalau Firda sakit, kami jadi tidak dapat mengadakan buka bersama!” kata Kak Wilda. “Kenapa?”. “Memang sih, masih ada Kio, wakilnya. Tapi, dia masih kecil! Umurnya saja masih 13 tahun!” kata Kak Wilda. “Ooh... begitu. Yaudah kak, makasih ya..” kataku. Aku pun pulang ke rumah nenek.
Dijalan, tiba-tiba aku dapat ide! Aku langsung berlari menuju rumah. Sampai dirumah, aku memberitahukan ideku ini kepada semua orang yang ada dirumah. Semuanya setuju banget! Kami langsung membagi tugas. Penasaran ya ideku apaan? Baca saja!
Pukul 17.00 WIB, sudah ada beberapa warga yang ada dirumah. Jadi, inilah ideku: warga diajak buka bersama dirumah nenek! Jadi, aku, Mila, Fira, dan Kak Nila bagian membuat undangan. Nenek, mama, dan Tante Zamy bagian memasak. Dan papa, Om Filo, dan Om Reka bagian mengirim undangan dan meminta izin ke Organisasi Ramadhan!
Akhirnya, jadi juga buka bersamanya! Semua orang senang!
Mau tahu nggak kenapa pada setuju dengan ideku ini? Asal kalian tahu saja ya... Kak Firda itu seriiiing banget ke rumah nenek untuk memberi makanan untuk nenek. Daan... Kak Firda itu ibunya adalah teman nenek! Ibunya Kak Firda juga baiiiik banget! Karena itu, sekeluarga mau membantu Organisasi Ramadhan!
 Indahnya bulan Ramadhan tahun ini....  
                                                        TAMAT!